Fakta serangan terbaru Mujahidin Indonesia Timur di Sigu

بسم الله الحمن الرحيم

Jum’at 27/11/2020 jam 8: 30 WITA .

Kami Mujahidin Indonesia Timur (MIT) mengakui atas amaliyat empat korban semuanya laki-laki dan kami sedikitpun tidak mengakui bila ada korban dari anak-anak dan wanita. Mereka Berempat berprofesi sebagai tukang jerat BABI dihutan KABUPATEN SIGI Desa Lembantangoa, dengan tujuan Melacak pergerakan kami, Merekalah Warga kristen ikut campur membantu operasi pasukan TINOMBALA.

KAMI BERTINDAK DENGAN ALASAN YANG JELAS.

Kepada Masyarakat SULTENG khususnya dan umumnya seINDONESIA jangalah kalian terpengaruh dengan propaganda Murahan dari musuh-musuh Allah..

Kepada Umat Islam yang telah andil dalam membuat pernyataan Kecaman Terhadap kami segeralah kalian bertaubat kepada Allah sebelum maut menjeput kalian. APAKAH KALIAN LEBIH RIDHO DAN SENANG DG MUSUH-MUSUH ALLAH yang telah membantai saudara-saudara kalian…???

SEKALI LAGI KEMBALILAH KALIAN KEPADA ALLAH….!!!!

Ttd

MIT (Mujahidin Indonesia Timur)

Ke Istiqomahan Asiyyah

بِسْمِ اللّٰـهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

💖BETAPA ISTIQOMAHNYA ASIYYAH ISTRI FIR’AUN💖

•┈••⊰✿ৡৢ˚❁🕌❁˚ৡ✿⊱•┈••

Katanya jodoh cerminan diri, tapi mengapa fir’aun bisa mendapatkan istri yang shalihah?

Apakah ayat yang ada di dalam al-qur’an ini salah?
“Wanita yang buruk untuk laki-laki yang buruk, dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.”

Jawabannya ayat ini “TIDAK SALAH “

Namun untuk suatu hikmah bagi seluruh umatnya, Allah menguji beberapa hambanya dengan ujian ini, agar hambanya bisa mengambil pelajaran ketika di uji dengan ujian yang sama. Ketika kita melihat bagaimana ketaqwaan Asiyah menghadapi fir’aun yang sangat bejat, maka di sini menjadi pelajaran untuk para wanita muslimah seakan Allah hendak memberi nasehat pada para istri bahwa:

“Ketahuilah bahwa suamimu bukanlah malaikat, maka dia pasti memiliki kesalahn, namun ingatlah bahwa dia tidak seburuk fir’aun, maka tetaplah ingat kebaikan-kebaikannya dan bersikap baiklah padanya.”

Tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya. Jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita.

Bagi para jomblo “tetaplah berusaha berhijrah semakin baik karena allah, masalah dapat jodoh yang soleh/solehah maka itu adalah bonus.” Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinan kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan…

Hadha huu Allahu bissawab..

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=424821838701991&id=100035225343100

https://t.me/sahabatmuhajirun/956

Dimana Tingkatan Solat Kita?

DIMANAKAH TINGKATAN SHALAT KITA ?

قال ابن القيم رحمه الله تعالى :
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :

والناس في الصلاة على مراتب خمسة :
Manusia dalam melaksanakan shalat ada lima tingkatan :

أحدها : مرتبة الظالم لنفسه المفرط وهو الذي انتقص من وضوئها ومواقيتها وحدودها وأركانها.
Pertama : Tingkatan orang dzalim terhadap dirinya lagi menelantarkan, yaitu orang yang ada tidak menyempurnakan sesuatu dari wudhunya, waktu-waktunya, batasan-batasan dan rukun-rukunnya.

الثاني : من يحافظ على مواقيتها وحدودها وأركانها الظاهرة و وضوئها لكن قد ضيع مجاهدة نفسه في الوسوسة فذهب مع الوساوس والأفكار.
Yang kedua : Orang yang menjaga atas waktu-waktunya, batasan-batasan serta rukun-rukunnya yang nampak dan juga wudhunya akan tetapi terkadang hilang kesungguhan dirinya dalam meniadakan rasa was-was, kemudian ia melaksanakan shalat dengan disertai rasa was-was dan berbagai pikiran yang mengganggu.

الثالث : من حافظ على حدودها وأركانها وجاهد نفسه في دفع الوساوس والأفكار فهو مشغول بمجاهدة عدوه لئلا يسرق صلاته فهو في صلاة و جهاد.
Yang ketiga : Orang yang menjaga atas batasan-batasannya, rukun-rukunnya dan berupaya dirinya untuk mencegah rasa was-was dan meniadakan berbagai pikiran yang mengganggu, kemudian ia sibuk dalam berupaya melawan musuhnya agar ia tidak merusak shalatnya maka ia dalam keadaan menuaikan shalat dan berjihad.

الرابع : من إذا قام إلى الصلاة أكمل حقوقها وأركانها وحدودها واستغرق قلبه مراعاة حدودها وحقوقها لئلا يضيع شيئا منها بل همه كله مصروف إلى إقامتها كما ينبغي وإكمالها وإتمامها قد استغرق قلبه شأن الصلاة وعبودية ربه تبارك وتعالى فيها.
Yang keempat : Orang yang jika mendirikan shalat melaksanakan dengan sempurna seluruh kewajiban, rukun dan batasannya, hatinya tenggelam dalam menjaga batasan-batasannya dan kewajiban-kewajibannya agar tidak ada yang hilang sesuatu darinya bahkan seluruh keinginannya dia arahkan untuk kesempurnaan shalatnya sebagaimana seharusnya, serta menyempurnakan dan melengkapinya, hatinya ikut larut dalam kondisi shalat dan penghambaan kepada Rabbnya Tabaroka wa Ta’ala.

الخامس: من إذا قام إلى الصلاة قام إليها كذلك و لكن مع هذا قد أخذ قلبه ووضعه بين يدي ربه عز وجل ناظرا بقبله إليه مراقبا له ممتلئا من محبته وعظمته كأنه يراه و يشاهده وقد اضمحلت تلك الوساوس والخطوات وارتفعت حجبها بينه وبين ربه فهذا بينه وبين غيره في الصلاة أفضل وأعظم مما بين السماء والأرض وهذا في صلاته مشغول بربه عز وجل قرير العين به.
Yang kelima : Orang yang jika mendirikan shalat, ia melaksanakannya seperti yang diatas akan tetapi ia mengeluarkan hatinya dan meletakkannya dihadapan Rabbnya ‘Azza wa Jalla, agar hatinya dapat melihatNya, mendekatiNya, mengisinya dengan kecintaan kepadaNya dan pengagunganNya, seolah-olah ia menyaksikanNya. Mereduplah darinya rasa was-was dan berbagsai pengalihan dan menghilang kemudian terangkatlah penghalang yang menutupi antara dia dengan Allah, maka tingkatan orang ini dan orang lainnya dalam pelaksanaan shalat lebih utama dan yang jaraknya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi, ia dalam shalatnya sibuk dengan Rabbnya ‘Azza wa Jalla yang menjadi penyejuk hatinya.”

فالقسم الأول معاقب
والثاني محاسب
والثالث مكفر عنه
والرابع مثاب
والخامس مقرب من ربه لأن له نصيبا ممن جعلت قرة عينه في الصلاة.”
Shalat orang yang pertama adalah mendapat siksa.
Yang kedua adalah orang yang dihitung (sesuai kebaikan dalam shalatnya-pent).
Yang ketiga adalah orang yang mendapat ampunan.
Yang keempat adalah orang yang mendapat pahala.
Dan yang kelima adalah orang yang mendekatkan diri kepada Allah karena ia mendapat bagian sebagaimana orang yang menjadikan penyejuk hatinya adalah shalat.”

( الوابل الصيب : ٢٧ )

( Al Wabil Shayb : 27 )

📡 @mutiarasunna

Resume Kajian Tafsir Tauhid

*TAFSIR TAUHID*

*RESUME KAJIAN ILMIAH*

Sabtu Siang, 07 Jumadal Akhirah 1441 / 01 Feb 2020
(Kajian Rutin Insya Allah Setiap Sabtu Pertama Ba’da Zhuhur)

Pemateri: *Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc حَفِظَهُ اللهُ تعالى*

Di Masjid Nurul Amal, Jl. AUP Raya no. 1A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Kitab Tauhid Bab 6 *”Tafsir Tauhid dan Syahadat Laa Ilaaha Illallaah”*
Penulis: *Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi رَحِمَهُ اللهُ تعالى*

*MUQODDIMAH*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْﺒًﺎ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.

Memasuki bab 6, ini adalah bab pertama yang membahas rincian makna tauhid, sedangkan bab sebelumnya adalah pengantar makna tauhid, pentingnya tauhid, dan bahaya syirik.

Continue reading “Resume Kajian Tafsir Tauhid”

Mengajarkan Akidah Sejak Dini

Alqamah rahimahullah berkata, “Segala sesuatu yang kuhafal sejak aku masih belia, maka sekarang seakan-akan aku melihatnya di atas kertas atau lembaran catatan.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih, I/30)

Usia dini adalah saat terpenting untuk penanaman pondasi akidah karena saat itu fitrah anak masih bersih. Ibarat memahat di atas kayu, begitulah saat mengajarkan ilmu di usia belia. Inilah tanggung jawab ayah ibu dan para guru agar anak tumbuh di atas fitrah yang lurus.

Continue reading “Mengajarkan Akidah Sejak Dini”

MUNDUR KE BELAKANG MANA YANG ANDA MAKSUDKAN?

Suatu ketika, sesorang bertanya kepada Dr. Muhammad Imarah dengan pertanyaan yang sedikit mengejek dan mengolok: ” Saya dengar, anda ingin sekali syariah Islam ini diterapkan, apakah anda ingin membawa kami mundur ke belakang, pak?”

Mendapatkan pertanyaan bernada merendahkan itu, beliau pun menjawab dengan balik bertanya:

Ke belakang yang mana maksud anda?
Apakah belakang yang anda maksud adalah 100 tahun yang lalu, saat Islam menguasai separuh dunia selama 500 tahun?

Continue reading “MUNDUR KE BELAKANG MANA YANG ANDA MAKSUDKAN?”

Kaidah-Kaidah untuk Membedakan Kebenaran dan Kebatilan

قواعد التمييز بين الحق والباطل

Kaidah-Kaidah untuk Membedakan Kebenaran dan Kebatilan

ومن هذه القواعد:
أولاً: الحق واحد ولا يتعدّد

1. Pokok kebenaran hanya satu; tidak berbilang

القاعدة الثانية: من تجاوز الحق وقع في الباطل

Continue reading “Kaidah-Kaidah untuk Membedakan Kebenaran dan Kebatilan”

NASEHAT UWAIS AL-QORNI ROHIMAHULLOH

Diriwayatkan, bahwa suatu hari *Harim bin Hayyan* rohimahulloh pernah berkata kepada *Uwais Al-Qorni* rohimahulloh : _”Nasehatilah aku !”_

Maka *Uwais Al-Qorni* rohimahulloh berkata :

توسد الموت إذا نمت، واجعله نصب عينيك، وإذا قمت فادع الله أن يصلح لك قلبك ونيتك، فلن تعالج شيئا أشد عليك منهما، بينا قلبك معك ونيتك إذا هو مدبر، وبينا هو مدبر إذا هو مقبل، ولا تنظر في صغر الخطيئة ولكن انظر إلى عظمة من عصيت.

_”Jadikanlah kematian sebagai bantalmu saat kamu tidur, dan jadikan dia (selalu nampak) di pelupuk matamu._

_Jika kamu bangun, berdoalah kepada Alloh untuk memperbaiki hati dan niatmu._

_(Karena) kamu tidak akan pernah mampu mengobati sesuatu yang lebih berat, daripada mengobati hati dan niat._

_Adakalanya hatimu bersama, tetapi niatmu justru berpaling darimu._

_Adakalanya hatimu berpaling, tetapi justru niatmu datang menghampiri._

_Dan janganlah kamu melihat kepada kecilnya dosa-dosa (yang kamu lakukan), tetapi lihatlah kepada keagungan Dzat yg kamu maksiati/durhakai.”_

( *Shifatu Ash-Shofwah* (3/55), karya Al-Imam Ibnul Jauzi rohimahulloh)

*Catatan :*

1. Tahukah Anda, siapakah *Uwais Al-Qorni* rohimahulloh itu ?

Continue reading “NASEHAT UWAIS AL-QORNI ROHIMAHULLOH”

Janganlah perkataan mereka membuat engkau sedih

بسم الله الرحمن الرحيم

📜|| Janganlah Perkataan Mereka Membuat Engkau Sedih ||

Sebagaimana para Nabi ‘Alaihimussalam dituduh sebagai pendusta, tukang sihir dan orang gila, oleh orang-orang Musyrikin, maka para pengikut mereka diuji lewat orang-orang Kafir dan Murtaddin dengan bermacam tuduhan miring, untuk menghalangi dari jalan Allah Ta’ala dan melegalkan perang mereka terhadap orang-orang yang mendapat petunjuk. Begitulah yang dialami oleh pasukan Daulah Islam -semoga Allah Ta’ala menguatkan mereka-, dari sejak di deklarasikannya.

Continue reading “Janganlah perkataan mereka membuat engkau sedih”