Tentang Teori Bumi Berputar

Bantahan atas Teori Bumi Berputar

Oleh Syaikhuna al-Mujahid Turki bin Mubarak al-Bin‘ali & diterjemah oleh Akh M. Angga ghafarallahu la huma

Al kawakib (bintang atau planet-planet) bertempat pada sesuatu yang tinggi, sedangkan bumi bertempat pada sesuatu yang rendah. Setiap sesuatu yang turun dari langit, maka jatuhnya di atas bumi. Di antara sifat al kawakib yang diberitakan oleh Allah, ia merupakan perhiasan dari langit dunia dan ia diciptakan untuk merajam setan-setan. Jadi bagaimana mungkin bumi merupakan alat rajam bagi para setan?

Allah Ta‘ala berfirman,

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia dengan hiasan al kawakib.”

وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ

“Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka.” (QS. Ash Shaffat: 6-7)

Jika telah diketahui bahwa al kawakib adalah perhiasan untuk langit, maka diciptakan-Nya perhiasan terlebih dahulu sebelum adanya sesuatu untuk dihias, maka Allah Subhanahu wa Ta‘ala menciptakan bumi kemudian baru menciptakan langit.

Allah Ta‘ala berfirman,

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam.’”

وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)-nya dalam empat hari genap. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.’ Keduanya menjawab, ‘Kami datang dengan suka hati.’” (QS. Fushshilat: 9-11)

Turjumanul Quran ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘an huma berkata dalam Shahih Al Imam Al Bukhari,

إن خلق الأرض كان قبل خلق السماء، وأن دحيها كان بعد خلق السماء

”Sesungguhnya penciptaan bumi adalah sebelum penciptaan langit dan penghamparannya adalah setelah penciptaan langit.”

Imam Ibnu Katsir rahimahullahu Ta‘ala berkata dalam kitab beliau berjudul Al Bidayyah wan Nihayyah (1/13),

فهذا يدلّ على أن الأرض خُلقت قبل السماء؛ لأنها كالأساس للبناء، وكما قال تعالى: (اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً) [غافر: 64]

“Maka inilah dalil yang menunjukkan bahwa bumi tercipta sebelum diciptakannya langit karena bumi itu bagaikan pondasi dari sebuah bangunan, sebagaimana Allah Ta‘ala berfirman, ‘Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap.’ (QS. Ghafir: 64)”

Dan dengan ini, jelaslah kebatilan pendapat yang mengatakan bahwa bumi berputar menurut beberapa ilmuwan perbintangan yang berdalil dengan firman Allah Ta‘ala,

وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.”

Dikarenakan bumi itu tidak termasuk ke dalam al kawakib, sebagaimana yang telah kami katakan.

Diterjemahkan dari Mukhtashar al-Lafazh fi Masalah Duran al-Ardh, hlm. 13-14.